Akhirnya saya cerita juga pengalaman mendaki Gunung Halau Halau 1901 Mdpl, yang merupakan gunung tertinggi di Kalimantan Selatan. Gunung ini juga bisa disebut dengan sebutan Gunung Besar tapi terkenal dengan sebutan gunung Halau Halau oleh Masyarakat Kalimantan Selatan.
![]() |
| Puncak Halau Halau 1901 Mdpl |
Gunung ini terletak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Barabai yang merupakan akses utama menuju desa terakhir pendakian, gunung halau halau berbatasan dengan tiga Kabupaten yang berada dikalimantan Selatan yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu. Gunung Halau Halau terbentang di jajaran Pegunungan Meratus yang merupakan jantungnya Kalimantan Selatan karena luasnya perbukitan dan hutan yang lebat merasa tempat ini layak untuk dikunjungi. Pendakian Halau Halau merupakan jalur trek basah karena menempuh hutan hutan meratus yang menjunjung tinggi, dari desa terakhir sampai kepuncak pun, tidak akan terlihat dari kejauhan puncak tertinggi Kalimantan selatan ini karena jalur sangat tertutup oleh hutan dan perbukitan naik turun.
![]() |
| Malam sebelum pendakian kita silaturahmi di rumah julak desa batu kambar |
Untuk teman2 yang diluar Kalimantan Selatan tentunnya tujuan utama kalian mendarat dulu di bandara syamsudinoor (via udara) atau pelabuhan trisakti (via laut). Pastinya ada kelebihan masing masing pesawat mahal namun bisa efesien waktu, yang punya cukup lama dan bisa menghemat uang bisa mencoba via laut.
Via Laut akan berlabuh di pelabuhan trisakti, dari pelabuhan trisakti cari angkutan umum jurusan trisakti pal 6(terminal), dari terminal pal 6 menggunakan angkutan umum tujuan Barabai. Selanjutnya yang Via udara anda akan mendarat di Bandara Syamsudinnoor Banjarmasin, dari bandara anda bisa menggunakan taksi(angkutan kota sebutan orang Kalimantan) jangan salah naik yang pake argo ya entar mahal J biasanya cari taksi tujuan tanjung karena arahnya menuju Barabai (Hulu Sungai Tengah) jarak tempuh bandara ke barabai sekitar 3 jam, nah jangan lupa ya minta turunin dikota barabai atau diterminal barabai entar kalian bisa kelewatan ke Tanjung J. Dari Kota Barabai bisa naik Taksi (angkutan pedesaan) menuju desa Batu Kambar(Bakam) yang merupakan akses masuk Kawasan Wisata Desa Hinas Kiri jarak tempuh 1-2 jam. Untuk cari angkutannya bisa di terminal barabai. Jangan lupa untuk ijin dulu ya kerumah kepala desanya sekalian silaturahmi / ijin untuk mendaki Halau Halau, di sini anda akan bertemu dengan Julak yang merupakan emaknya para pendaki dikalimantan selatan berceritalah kepada julak tujuan kalian mendaki, nanti pasti akan banyak cerita yang kalian dapat.
Desa Batu Kambar bukan merupakan desa terakhir menuju jalur trek pendakian kalian akan berjalan kaki menuju desa kiyu yang merupakan desa terakhir jangan lupan ijin ya retribusi buat desa disana dan mencatat identitas diri anda, perijinan ini dikelola masyarakat kampung. Kalo teman teman tidak tau jalur sebaiknya meminta jasa guide orang desa sekitar untuk menunjukan arah menuju puncak Halau Halau 1901. Setelah beres semua administrasi jangan lupa berdoa ya sebelum melakukan trek.
Desa Kiyu – Tiranggang – Sungai Karuh (6-7 jam)
![]() | ||
| Pos Desa Kiyu |
![]() |
| Lokasi Tiranggang |
![]() |
| Pohon Besar yang kita jumpai dijalur Track |
![]() |
| Sungai Karuh Basecamp |
![]() |
| Air Terjun Sungai Karuh |
Selamat pagi sungai karuh suara binatang jangkrik saling bersahutan menemani pagi suasana pagi lumayan dingin dan ketinggian tempat ini sekitar 500 Mdpl yang rimbun di hutan meratus yang alami, disarankan bangun pagi suasanya sangat sejuk, sinar matahari pagi akan terlihat menembus rimbunan pohon memancarkan keindahan yang sulit didapat di kota2 yang penuh dengan polusi. Dengan suguhan kopi dan teh hangat dengan kebersamaan di pagi hari membuat kami merasa dalam suatu keluarga dekat. Sebelum melanjutkan perjalanan kami masak dulu untuk bekal tenaga melanjutkan perjalanan selanjutnya. Sekitar pukul 10:00 wita semua sudah beres , makan, beres2 peralatan dll. Kami berdoa sebelum berangkat meminta kepada Tuhan YME untuk keselamatan pendakian kami, perjalanan awal kami disungguhi jalan menanjak yang begitu curam dan sangat melelahkan kita akan meniti bukit selama 1-2 jam menuju Jumantir, Jumantir sendiri bisa dibuat Camp tetapi untuk beberapa tenda saja dsini juga ada sumber air, perjalanan akan banyak mendaki menuju puncak, dengan hanya sedikit bonus dan ingat dalam mendaki bukan kita cepat2 an dalam menggapai puncak tapi bagaimana kita menahan ego kita masing2 menaklukan dalam perjalanan tersebut.
![]() |
| Camp Penyaungan |
![]() |
| Pemandangan dari puncak Halau Halau 1901 Mdpl |
Jangan lupa untuk selalu bersujud syukur dengan apa yang di berikan TUHAN atas kesehatan yang diberikan dan kemampuan untuk menjalankan apa yang kita lakukan.
Ambilah foto sebanyak mungkin untuk mengabdikan momenmu diatas puncak, yang dapat kamu ceritakan suatu saat kepada penerusmu, ajarkan bagaimana sesungguhnya seorang pendaki bukan ajarkan kesombongan karena kita pernah mendaki puncak. Jangan membuang sampah sembarangan apa yang kita bawa kegunung kembalikan lah keasalnya walaupun itu hanya punting rokok, jangan membunuh apapun selain waktu, jangan merusak alam, hutan merupakan tiang kehidupan bumi, jaga hutan kita jangan sampai rusak oleh penguasa2 yang tidak bertanggung jawab. Biarkan foto dan kenangan bersama sahabat yng kita ingat waktu tua nanti.
Setelah puas dipuncak akhirnya kami kembali ke turun ke desa, dari puncak ke desa memerlukan waktu 1 hari perjalanan, dari pengalaman penulis kemungkinan kita jam 7 malam akan sampai di desa kiyu, dengan istirahat2 dijalan, buat pendaki yang memerlukan waktu banyak setelah dari puncak bisa bermalam kembali di sungai karuh dan besok harinya kembali kedesa, buat memulihkan tenaga. Jangan lupa setelah sampai didesa untuk melapor kembali kewarga untuk kenyamanan dan silaturahmi kewarga desa kiyu. Yang mau oleh oleh dari desa ini bisa membuat gelang simpai yang dibikin langsung ditangan, gelang ini terbuat dari bahan rotan dan langam. Mungkin ini masih kurang lengkap nanti kita bisa cerita lebih detailnya, tetap semanga berpetualang Hadapi dan Hancurkan.
Daftar Pustaka : paketwisatakalsel.blogspot.co.id















Tidak ada komentar:
Posting Komentar